9 Hal pengaruh ibu memenuhi gizi anak

gizi anak
Proses perkembangan makan anak
Sejak dilahirkan sampai usia 6 bulan, WHO menganjurkan bayi sebaiknya hanya minum air susu ibu. Perkumpulan dokter anak Amerika Serikat, merekomendasikan ASI sampai usia 1 tahun dan dilanjutkan selama ibu dan bayi masih menginginkannya. Penyapihan merupakan masa perubahan asupan makanan bayi dari makanan cair, berupa ASI atau susu formula menjadi makanan padat yang bervariasi. Pada masa ini, ASI tetap dilanjutkan karena hal tersebut bisa menyediakan sepertiga sampai setengah kebutuhan energi hingga usia 1 tahun.

Usia 4-6 bulan koordinasi neuromuskular berkembang dengan baik, seperti proses mengontrol kepala dan leher, proses perkembangan menghisap dan mengunyah sehingga makanan padat seperti makanan yang disaring terlebih dahulu dapat diberikan. Sereal dapat diberikan melalui sendok dan tidak dianjurkan diberikan dalam botol susu. Pada umumnya bayi akan menerima makanan padat yang disajikan dengan porsi yang meningkat secara bertahap. Sullivan dan Birch menyatakan bahwa bayi yang minum ASI, porsi makannya akan lebih banyak dibandingkan dengan yang minum susu formula. Usia 5 bulan bayi bisa memindahkan makanan dari tangannya untuk dimasukan ke dalam mulut.

Makanan yang dapat menyebabkan aspirasi atau tersedak seperti buah anggur, roti sosis, atau roti dengan selai kacang hendaknya tidak di-berikan. Di antara usia 9–18 bulan, umumnya asupan ASI dan susu formula akan berkurang sehingga mereka akan sangat rewel dalam hal makan baik dalam porsi ataupun jenisnya. Mendekati usia 1 tahun mereka sudah dapat minum dari gelas dengan baik. Pada saat usia 2 tahun, kemampuan memegang sendok, memutar pergelangan tangan, mengangkat bahu, mengalami tahap kemajuan dengan baik sehingga mereka dapat makan dengan sendiri. Umumnya lantai, baju, dan peralatan yang dipakai akan kotor dan berantakan.

Orang tua dan pengasuh se-baiknya jangan menghalangi hal tersebut, karena akan mengakibatkan anak tidak mandiri dalam kegiatan makan. Dalam penyajian, makanan dibuat agar anak dapat menyantap dan mengambilnya dengan mudah, seperti daging yang dipotong kecil-kecil, kentang atau sayuran yang dilembutkan. Peralatan makan sebaiknya memudahkan anak memakainya seperti gelas yang kecil dan mudah dipegang atau piring yang tidak mudah tumpah bila diisi makanan.

Anak biasanya akan menolak dulu bila diberi makanan baru, tetapi bila dikenalkan dalam porsi kecil secara rutin, mereka akan menerimanya. Harus diperhatikan pula porsi sajian untuk anak supaya mereka dapat menghabiskan apa yang disajikan, yaitu usia 1 tahun sepertiga sampai setengah porsi dewasa, usia 3 tahun setengah porsi dewasa, usia 6 tahun dua pertiga porsi dewasa.

Variasi makanan dalam rasa dan tekstur sejak masa bayi berdampak terbentuknya individu yang menyukai berbagai macam makanan termasuk buah dan sayur. Aktivitas yang kurang, terlalu berlebih, dan kelelahan bisa mengakibatkan anak menolak makan. Pada saat anak tenang dan ceria, misalnya dengan membacakan buku cerita, aliran asam lambung akan kembali meningkat sehingga mereka akan berselera untuk makan.

Peran ibu
Peran ibu sebagai pengasuh dan pendidik yang berperan penting dalam pemenuhan gizi pada anak terutama usia 1 - 5 tahun, pada usia tersebut anak sulit atau susah makan yang diakibatkan banyaknya makanan ringan yang disajikan. Serta pada usia 1 - 5 tahun anak balita sedang mengalami pertumbuhan badan yang sangat pesat sehingga memerlukan zat-zat gizi yang lebih tinggi.

Pada masa bayi dan balita, orangtua harus selalu memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh anak dengan membiasakan pola makan yang seimbang dan teratur setiap hari, sesuai dengan tingkat kecukupan. Balita belum bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik dan belum bisa berusaha mendapatkan sendiri apa yang diperlukan untuk makanannya. Balita sangat tergantung pada ibu untuk memenuhi kebutuhannya.

Peran seorang ibu sangat penting atau di butuhkan dalam pemenuhan gizi pada anak. Pengetahuan dan keterampilan yang memadai seharusnya dimiliki oleh seorang ibu sebagai modal dalam pemenuhan gizi bagi anak. Para ibu harus memiliki kesabaran bila anaknya mengalami problema makan, dan lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari bagi anaknya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peran ibu dalam memenuhi status gizi pada anak mereka, yaitu:

1. Pendidikan
Bidang pendidikan memegang peranan penting. Semakin tinggi pendidikan semakin mudah menerima hal-hal baru dan bisa menyesuaikan dengan mudah. Pendidikan yang semakin tinggi memungkinkan seseorang untuk dapat menerima informasi tentang pengetahuan gizi dengan baik dan dapat memperbaiki gizi keluarga terutama untuk balita.

2. Pengetahuan 
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek. Ibu sangat membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk mengetahui perannya. Peran dalam hal ini yaitu untuk mengatasi kesulitan makan pada balita.

3. Perilaku
Perilaku adalah merupakan perbuatan atau tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya. Untuk dapat menyusun menu yang adekuat seorang ibu perlu memiliki pengetahuan mengenai bahan makanan, zat gizi dan cara pengolahan makanan. Pengolahan makanan yang tepat akan meningkatkan mutu makanan yang akan dikonsumsi oleh balita.
 
4. Sikap
Sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak, sikap senantiasa terarah terhadap suatu hal atau objek. Manusia dapat mempunyai sikap terhadap bermacam-macam hal. Sikap seseorang terhadap makanan dipengaruhi oleh pelajaran dan pengalaman yang diperoleh sejak masa kanak-kanak tentang makan dan makanan.

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu.Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan presdisposisi tindakan atau perilaku, begitu juga sikap ibu dalam menentukan jenis makanan yang mengandung zat gizi cukup dan sesuai dengan kebutuhan anak. Ibu dapat menentukan sikap dalam mengatasi kesulitan makan pada balitanya dengan cara yang sesuai kemampuan masing-masing ibu.
 
5. Perhatian
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada suatu obyek. Dewasa ini sering kali ibu terpaksa meninggalkan anaknya untuk bekerja meskipun ibu sangat mencintai anaknya. Keadaan seperti ini mau tidak mau ibu tidak bisa memberi kasih sayang penuh pada anaknya. Umumnya ibu tidak mengerti bahwa pada umur yang begitu awal sudah ada kebutuhan psikologis yang perlu dipenuhi.

Ibu yang bekerja mungkin tidak bisa memperhatikan jenis makanan, frekuensi makan dan zat gizi yang dibutuhkan anak dengan sempurna. Ibu tidak cukup waktu untuk memperhatikan dan mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan makan anak. Pemberian makan pada balita membutuhkan perhatian ibu termasuk dalam peran ibu dalam mengatasi kesulitan makan pada balita.

6. Ekonomi
Kekurangan pendapatan ekonomi keluarga membawa konsekuensi buruk. Kurangnya pendapatan keluarga akan menyebabkan ketahanan pangan akan terganggu. Kemampuan rumah tangga memperoleh makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk seluruh anggota keluarganya akan semakin berkurang. Ketidakberdayaan keluarga memenuhi persediaan pangan secara langsung akan berpengaruh terhadap pemenuhan nutrisi anggota keluarganya termasuk untuk anak balitanya.

7. Keterampilan 
Keterampilan ibu dalam memilih, memasak dan menghidangkan makanan anak dapat berpengaruh terhadap pemenuhan nutrisi anak. Keterampilan ibu dalam memilih keragaman bahan dan keragaman jenis masakan juga sangat diperlukan untuk menghindari kebosanan anak terhadap makanan. Ibu yang memiliki keterampilan dalam memasak, memilih bahan dan menyajikan akan menghasilkan makanan yang menarik saat disajikan. Keterampilan dalam memberikan atau menyuapi makanan pada anak akan meningkatkan kemauan anak untuk makan.

8. Penyediaan Makanan
Penyediaan makanan dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang bersifat hasil karya manusia seperti sistem pertanian. Termasuk di sini pengadaan setelah dimasak, makanan akan dihidangkan untuk anak. Makanan yang dihidangkan oleh ibu harus disajikan dengan menarik, dengan begitu anak merasa senang bahkan puas sehingga meningkatkan selera makan, gairah makan dan nafsu makan anak.
 
Selanjutnya anak dapat mengkonsumsi semua zat-zat gizi yang dibutuhkan.  Pengadaan makanan perlu diperhitungkan, persediaan bahan makanan yang dibutuhkan anak diseimbangkan dengan nilai rata-rata kecukupan makanan yang dibutuhkan sesuai umur dan berat badan anak.

9. Ketersediaan Waktu Ibu
Dewasa ini seringkali seorang ibu terpaksa meninggalkan anaknya karena harus bekerja, padahal sebagai seorang ibu masih harus bertanggung diembannya. jawab Salah terhadap satunya peran berperan yang dalam memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak terutama di saat balita mengalami kesulitan makan. Ibu yang memiliki banyak waktu untuk anak akan membuat waktu untuk sering bersama. Kebersamaan itu dapat memberikan keakraban antara ibu dan anak. Keakraban antara ibu dan anak akan sangat menguntungkan disaat anak mengalami kesulitan makan. Ibu akan mudah untuk mengatasinya karena anak sudah merasa nyaman dan percaya sama ibunya. Ibu yang tidak memiliki ketersediaan waktu akan berpengaruh terhadap perannya dalam mengasuh anaknya.

0 Response to "9 Hal pengaruh ibu memenuhi gizi anak"

Posting Komentar